Dark
Light
Dark
Light

Mbah Imam di Usia 102 Tahun: Tawaf tanpa Bantuan Kursi Roda

Mbah Imam di Usia 102 Tahun: Tawaf tanpa Bantuan Kursi Roda

Imam Kartam Salim tak merasa ada yang spesial dengan dirinya. Di usia yang memasuki 102 tahun, dia tetap beraktivitas seperti biasa; saben hari ke sawah, nyangkul semampunya.

“Pokoknya keluar keringat,'' kata pria yang akrab disapa Mbah Imam, ketika ditanya kunci sukses menjaga kebugaran.

Imam Katam Salim adalah satu diantara delapan jemaah haji asal Indonesia yang berusia lebih dari satu abad. Ia berangkat melalui Embarkasi Surabaya dan tergabung dalam Kloter-31.

Di Makkah, Mbah Imam menempati Hotel 912 Hibat Al-Hijrah, Sektor 9 Misfalah.

Khalilurrahman, Kepala Daerah Kerja Makkah, berulang kali menanyakan soal tips sehat ke Mbah Imam, ia pun hanya menjawab singkat. ''Tidak ada, begini-begini saja''.

Wajar jika Khalil bertanya tips sehat kepada Mbah Imam, selain masih terlihat segar, jemaah haji asal Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ini mampu merampungkan Tawaf tanpa bantuan kursi roda. 

Kepada Khalil, dia juga menyebut tak pernah punya pantangan makanan. ''Semua makanan doyan. Alhamdulillah tak punya penyakit bawaan apa pun,'' kata Mbah Imam.

Khalil pun mengaku kagum dengan Mbah Imam. Menurut dia, tak banyak Lansia yang bisa sebugar seperti dirinya. ''Saya senang sekali bertemu beliau. Sehat sekali,'' kata dia. 

Soal persiapan kondisi fisik menjelang berangkat haji, Mbah Imam mengaku tidak memiliki persiapan khusus. “Saya sudah terbiasa berjalan kaki. Setiap hari saya ke sawah,” tukas Mbah Imam. 

Jarak yang ditempuh Mbah Imam pulang pergi dari rumah ke sawah cukup jauh, yakni sekitar 1,5 km. 

“Alhamdulillah, saya masih kuat menempuh jarak sejauh itu setiap hari sendiri, tanpa dibantu orang lain. Saya juga belum memakai tongkat,” imbuhnya.

Sementara itu, menantu Mbah Imam, Yoyok (54) mengaku bersyukur sang ayah diberkahi kesehatan yang luar biasa. Menurut Yoyok, sehari-hari Mbah Imam menghabiskan waktu di sawah. Namun, aktivitasnya saat ini mulai berkurang setelah sang istri meninggal tahun lalu. ''Maunya ke sawah terus, saya tahan. Dulu kan yang suka ngirim makanan ke sawah ibu, sekarang udah gak ada,'' ujarnya. 

Yoyok bercerita bahwa Mbah Imam dan dirinya daftar haji di tahun berbeda. Yoyok daftar di tahun 2012, sementara Mbah Imam 2018. Tak cuma berdua, sebenarnya, saat daftar ia bersama istri. Mbah Imam pun begitu. Namun, takdir berkata lain. Istri Yoyok meninggal tahun 2021. Dua tahun setelahnya, giliran istri Mbah Imam yang mangkat.

Home 1 Banner

Human Lainnya

Home 2 Banner